Memaknai kembali keikhlasan dalam perjuangan,
Menjadi yang dituakan bukan berarti harus tua,
Namun kedewasaan itu mutlak,,
Bukan ego yang diutamakan,
Pujian yang diharapkan,
Namun ketentraman dan kelancaran yang dipimpin yang musti diwujudkan,,
Lelah tak boleh menyerah,
Ketika rapuh mesti senantiasa berjuang terlihat kokoh,
ketika tiada motivasi harus mencoba untuk terlihat berani,
Kekhawatiran masih sebatas kekhawatiran,
Semu namun nampak nyata,
Aku memohon kepadaMu tuhanku, Allah SWT,,
Walau malu dan merasa tak pantas tapi ku yakin Engkau mendengar dan mengabulkan,
Berilah kelancaran dalam perjuangan ini,
Walau diri ini bukan pejuang sejati,
Namun jangan biarkan raga dan nyawa ini jatuh dan tersesat ke jalan yang sesat,
Walau nampak lurus,
Jelaskan padaku mana - mana jalan yang mesti ku lalui,
Terangkan padaku jalan yang harus aku hindari,,
Engkau maha berkuasa atas segala sesuatu...
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 12 Februari 2013
Minggu, 27 Januari 2013
Amanah
Terlambat sadar, bahwa apa yang kita kerjakan hari ini, apa yang telah kita rumuskan bersama-sama selama ini, apa yang telah kita laksanakan dengan penuh perjuangan, adalah sebuah amanat yang mesti kita pertanggungjawabkan.
Sebagian dari kita lalai, atau bahkan semuanya. Yakin debu-debu riya' dan kesombongan masih sangat tebal menyelimuti hati kita. Mulut berucap ikhlas, namun hati tak tentu. Dan tidak kita sadari itu. Kata-kata ikhlas terlampau sering diucapkan sehingga lupa akan maknanya.
Langganan:
Postingan (Atom)

